Kamis, 30 November 2017

#JadiBisadenganTraveloka Natalan Dalam Deti-Detik Terakhir



Bagi saya, Natal adalah masa- masa paling indah. Saat dimana mata dimanjakan dengan hiasan warna- warni di toko-toko, pohon natal besar di beberapa pusat perbelanjaan dan jangan lupakan banyaknya program diskon yang membuat wajah tersenyum cerah. 

Juga acara Secret Santa (Sang Santa Rahasia) yang bikin deg-deg-an dan penasaran siapa Secret Santa saya kali ini dan hadiah apa yang akan saya dapat dari dia. 

Yang paling menyenangkan di atas semuanya adalah perasaan hangat dan nyaman sebagai keluarga. Bukan hanya keluarga initi tapi juga teman- teman terdekat. Saat- saat di saat semua berkumpul, makan, berbagi cerita.

Tiap tahun, saat Natal saya dan keluarga pasti pulang kampung- mudik. Ke Solo dan Jogja. Orang tua saya pencinta kereta api, saya juga pun jadi ikutan suka. Naik kereta api itu memberikan perasaan tersendiri. Saat memandang keluar jendela dan melihat berbagai perubahan sejauh mata memandang. Dari gedung- gedung bertingkat sampai kemudian perlahan menjadi hamparan warna hijau yang bermain di pupil mata. Seperti melaju dalam sebuah mesin waktu.

Dulu,  saat saya kecil, Papa akan pergi sendiri ke stasiun. Entah Gambir atau Pasar Senen untuk antri dan membeli tiket. Tidak jarang beliau perlu bolak- balik stasiun hanya untuk mengecek jadwal dan ketersediaan tiket atau hanya untuk membeli tiket. 
Saya ingat, pernah suatu kali Papa pulang ke rumah cukup larut, karna beliau harus mengantri ber-jam-jam untuk membeli tiket untuk kami pulang ke Solo.

Kemudian, tahun-tahun berubah. Segala sesuatu mulai berubah. Perubahan yang kecil sampai yang sangat besar. Saya lulus kuliah, bekerja dan menikah.  Namun, satu hal tetap tidak berubah. Buat kami, Natal tetap menjadi masa menyenangkan untuk kembali pulang. 

Tahun ini pun kami akan pulang ke Solo. Ini adalah Natal pertama saya tanpa bereng dengan Papa dan Mama. Karena sudah menikah, saya akan pulang ke Solo bersama suami. Papa dan Mama akan berangkat lebih dulu dan saya harus menunggu ijin cuti suami.

Sebenarnya, saya agak kawatir kehabisan tiket kereta.Karena kami memutuskan untuk bisa pergi liburan tepat sebulan sebelum Natal. Dan di tengah-tengah kesibukan kami, tidak akan bisa pergi langsung  ke stasiun untuk membeli tiket.

Saat saya katakan hal-hal mulai berubah adalah termasuk cara kami 'berbelanja' tiket. Sekarang, saya dan suami punya applikasi Traveloka. Dan perubahan itu menyenangkan. Kami tidak lagi harus mengantri langsung ke stasiun. Kapanpun kami butuh tiket, kami bisa memesannya lewat applikasi di telepom gengam.Tiket Papa dan Mama pun kami pesankan lewat Traveloka. Papa tidak harus repot mengantri lagi di stasiun.

Dan, akhirnya, dalam detik- detik terakhir, kami berhasil membeli tiket ke Solo melalui aplikasi Traveloka. Waahh.. Puji Tuhan, masih ada tiket kereta buat kami, walaupun akhirnya harus berangkat di malam Natal. Yang penting,tiket yang kami beli itu tiket asli-resmi. Traveloka adalah partner resmi PT. KAI. Jadi, tiket yang tersedia di Traveloka pasti sudah terdaftar secara resmi juga di PT. KAI.






















Pilih tiket di Traveloka juga asik, kami bisa memilih sendiri mau duduk di mana. Bisa pilih kursi sendiri. ^^ Saya suka nomor 9, jadi biasanya saya pilih kursi nomor sembilan.

Pokoknya, saya  bersyukur. Di Natal pertama saya dengan suami, saya masih bisa pulang ke Solo untuk berkumpul bersama keluarga besar. Salah satunya berkat aplikasi Traveloka, yang membuat saya dan suami bisa memasan tiket dengan mudah di detik- detik terakhir.

#JadiBisadenganTraveloka 

O ya, impian saya, bisa mengajak keluarga saya merayakan Natal di Disneyland!
Amin.

Tuhan Berkati semua. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar