Sabtu, 22 November 2014

PARADISE

Di tengah-tengah deadline yang sudah dead date, tiba-tiba ingin menulis ini..

Juga karena membaca sebuah cerita tentang 'paradise'. Surga.

Saat menulis ini, saya sempat memandang keluar jendela kamar dan menemukan beberapa hal tidak berubah selama beberapa tahun belakangan ini. Dan saya bertanya, '.. jadi surga itu apa?'

Menurut cerita-cerita yang saya baca, surga- buat mereka- adalah suatu tempat di mana kita bisa 'lari' sejenak, bisa diam sejenak, bisa istirahat sejenak dari semua penat yang ada. Dari semua kebosanan yang menghimpit.

Lalu, bagaimana kalau kita tidak punya tenaga untuk lari? Tidak punya cukup uang untuk pergi ke suatu tempat? Tidak punya cukup waktu untuk bisa pergi?
Di mana kita bisa temukan surga itu?

Dan, saya berpikir lebih jauh. Apa yang biasanya kita cari di tempat di mana kita bisa 'kabur' sejenak?
Buat saya, jawabannya adalah sebuah rasa nyaman, rasa damai, rasa tenang.. Sebuah keadaan dan sebuah perasaan.

Rasa damai.
Rasa tenang.
Rasa aman.
Rasa nyaman.

Itulah apa yang biasanya kita cari di dalam mendefinisikan arti sebuah surga.

Dan, itu juga yang akan saya jawab.
Tapi, terkadang saya tidak punya cukup tenaga untuk lari ke suatu tempat. Tidak punya cukup uang untuk pergi dan tidak punya cukup waktu untuk 'kabur'.

Pertanyaannya, apa saya menemukan surga itu?
YA.
Itu jawaban pasti saya.

Karena, ternyata surga tidaklah lebih dari sebuah keadaan. Sebuah perasaan yang damai. Sukacita.
Dan, hal-hal juga perasaan seperti itu hanya datang dari dalam hati. Saya bisa saja pergi ke tempat terindah dan termahal di sebuah daerah di Dubai atau Maldives dan mungkin saya akan tetap mencari di mana surga itu?

Tapi, saya juga bisa saja hanya ada di meja kerja saya- seperti saat ini- berkutat dengan pekerjaan dan deadline yang harus dikejar beberapa jam lagi, tapi saya tetap merasa saya ada di surga. Karena, pekerjaan inilah yang saya cintai. Karena meja kerja saya ini ada di kamar saya di sebuah rumah yang damai. Walaupun dengan lantunan suara Mama saya di luar kamar, yang menceritakan hal yang persis sama untuk- mungkin- ke lima kalinya hari ini. Juga bukan berarti rumah ini selalu damai tanpa ada badai, tapi.. bagaimanapun seperti kata Alm.Chrisye, badai pasti belalu kan? :)

Jadi, intinya, apa surga buat saya?
Adalah sebuah keadaan hati.
Saat saya melakukan apa yang saya cintai dengan sepenuh hati.
Saat saya tahu bahwa saya dicintai, bagaimanapun keadaan saya.
Saat saya merasa sukacita dan damai di dalam hati- bagaimanapun keadaan di sekitar saya.
Di situlah saya merasa di surga.

Bahagia dan sukacita itu sederhana.
Itu hanya dimulai dari hati..

-sebuah tempat di mana saya banyak belajar dan menemukan-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar